Tampilkan postingan dengan label OTAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OTAK. Tampilkan semua postingan

TUMUR OTAK

Minggu, Agustus 15, 2010


Tumor disebabkan oleh mutasi DNA di dalam sel. Akumulasi dari mutasi-mutasi tersebut menyebabkan munculnya tumor. Sebenarnya sel kita memiliki mekanisme perbaikan DNA (DNA repair) dan mekanisme lainnya yang menyebabkan sel merusak dirinya dengan apoptosis jika kerusakan DNA sudah terlalu berat. Apoptosis adalah proses aktif kematian sel yang ditandai dengan pembelahan DNA kromosom, kondensasi kromatin, serta fragmentasi nukleus dan sel itu sendiri. Mutasi yang menekan gen untuk mekanisme tersebut biasanya dapat memicu terjadinya kanker.

Selama tahun 1988–1990 tereatat sejumlah 112 penderita tumor otak berbagai jenis yang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Sebagian dari penderita tumor otak tersebut memang pada mulanya ditemukan di klinik Neurologi karena umumnya menunjukkan gejala-gejala yang sifatnya neurologis.

Di kalangan medis pada umumnya sudah dikenal trias gejala tumor otak yaitu nyeri kepala, muntah dan ditemukannya edema papil pada pemeriksaan fundus. Tetapi sebenarnya gejala klinis tumor otak sering tidak sejelas itu, apalagi pada fase dini. Tumor otak bisa memberikan gejala klinis beragam tergantung kepada lokasi dan ukurannya. Gejala itu bisa khas, tapi bisa pula kabur, sehingga bila kita tidak waspada bisa terkecoh dengan dugaan yang keliru.

GEJALA TUMOR OTAK

Tumor otak bisa mengenai segala.usia, tapi umumnya pada usia dewasa muda atau pertengahan, jarang di bawah usia 10 tahun atau di alas 70 tahun. Sebagian ahli menyatakan insidens pada laki-laki lebih banyak dibanding wanita, tapi sebagian lagi menyatakan tak ada perbedaan insidens antara pria dan wanita. Gejala umum yang terjadi disebabkan karena gangguan fungsi serebral akibat edema otak dan tekanan intrakranial yang meningkat. Gejala spesifik terjadi akibat destruksi dan kompresi jaringan saraf, bisa berupa nyeri kepala, muntah, kejang, penurunan kesadaran, gangguan mental, gangguan visual dan sebagainya. Edema papil dan defisit neurologis lain biasanya ditemukan pada stadium yang lebih lanjut.


Nyeri Kepala (Headache)
Nyeri kepala biasanya terlokalisir, tapi bisa juga menyeluruh. Biasanya muncul pada pagi hari setelah bangun tidur dan berlangsung beberapa waktu, datang pergi (rekuren) dengan interval tak teratur beberapa menit sampai beberapa jam. Serangan semakin lama semakin sering dengan interval semakin pendek. Nyeri kepala ini bertambah hebat pada waktu penderita batuk, bersin atau mengejan (misalnya waktu buang air besar atau koitus). Nyeri kepaia juga bertambah berat waktu posisi berbaring, dan berkurang bila duduk. Penyebab nyeri kepala ini diduga akibat tarikan (traksi) pada pain sensitive structure seperti dura, pembuluh darah atau serabut saraf. Nyeri kepala merupakan gejala permulaan dari tumor otak yang berlokasi di daerah lobus oksipitalis.

Muntah
Lebih jarang dibanding dengan nyeri kepala. Muntah biasanya proyektil (menyemprot) tanpa didahului rasa mual, dan jarang terjadi tanpa disertai nyeri kepala.

Edema Papil
Keadaan ini bisa terlihat dengan pemeriksaan funduskopi menggunakan oftalmoskop. Gambarannya berupa kaburnya batas papil, warna papil berubah menjadi lebih kemerahan dan pucat, pembuluh darah melebar atau kadang-kadang tampak terputus-putus. Untuk mengetahui gambaran edema papil seharusnya kita sudah mengetahui gambaran papil normal terlcbih dahulu. Penyebab edema papil ini masih diperdebatkan, tapi diduga akibat penekanan terhadap vena sentralis retinae. Biasanya terjadi bila tumor yang lokasi atau pembesarannya menckan jalan aliran likuor sehingga mengakibatkan bendungan dan terjadi hidrocepallus.


Kejang
Ini terjadi bila tumor berada di hemisfer serebri serta merangsang korteks motorik. Kejang yang sifatnya lokal sukar dibedakan dengan kejang akibat lesi otak lainnya, sedang kejang yang sifatnya umum atau general sukar dibedakan dengan kejang karena epilepsi. Tapi bila kejang terjadi pertama kali pada usia dekade III dari kehidupan harus diwaspadai kemungkinan adanya tumor otak


CVA

Minggu, Agustus 08, 2010

PENGERTIAN
CVA atau stroke adalah bencana atau gangguan peredaran darah di otak. Akibatnya nutrisi dan oksigen yang dubutuhkan oleh otak tidak terpenuhi dengan baik. Ada dua macam penyakit stroke, yaitu :
a. Iskemia (non hemoragik)
b. Perdarahan (hemoragik)

A. Stroke iskemik
Bila suplai darah pada sebagian otak berkurang, terjadilah iskemik. Sel – sel yang kekurangan oksigen tidak akan berfungsi secara sempurna. Apakah sel – sel otak itu berhenti bekerja untuk sementara waktu atau akan mati seterusnya tergantung pada tingkat keparahan dan lamanya istemik. Istemik yang berat berlangsung lama dan akhirnya menyebabkan stroke. Stroke istemik adalah bentuk ekstrem dari iskemik yang menyebabkan kematian sel – sel otak yang tidak dapat pulih. Kerusakan ini disebut infark otak.
Penyebab stroke iskemik sama dengan penyakit jantung koroner, yaitu adanya endapan lemak dan kolesterol atau atherosclerosis / plaque. Pembentukan plak yang menyebabkan stroke iskemik berada dalam dinding pembuluh koroner menyebabkan penyakit jantung koroner. Stroke iskemik dapat dibedakan menjadi trombotik (thrombotic) dan embolik (embolic). Darah yang menggumpal (clotting) di dalam pembuluh arteri di otak dapat menyebabkan stroke trombolik. Sedangkan fragmen (serpihan) plak yang berjalan – jalan dari jantung atau arteri lain yang mengarah ke otak dapat menyebabkan stroke embolik.
Oleh karena itu, bagi seseorang dengan penyakit jantung koroner, resiko mengalami stroke meningkat karena embolus dari jantung yang kurang berfungsi dengan baik dapat terbawa oleh aliran darah ke otak.

B. Stroke hemoragik
Stroke jenis yang kedua disebabkan oleh adanya pendarahan. Stroke karena pendarahan (hemoragik) terjadi bila arteri di otak, darah tumpah ke otak atau rongga antara permukaan luar otak dan tengkorak. Ada beberapa penyebab stroke hemoragi. Stroke hemoragi khususnya terjadi pada mereka yang mempunyai tekanan darah tinggi.
Kemungkinan stroke untuk manjadi fatal lebih besar karena tidak hanya dapat mengganggu aliran darah ke bagian otak dimana terjadi pembuluh darah arteri yang pecah, tetapi juga akan menekan otak dan menyebabkan jaringan otak membengkak. Meskipun kemungkinan selamat lebih banyak pada stroke iskemik daripada stroke hemoragik, kelainan yang terjadi pada stroke iskemik dapat lebih berat dan kemungkinan sembuh lebih kecil.

GEJALA KLINIS
Adapun gejala dan tanda – tanda yang tampak adalah sebagai berikut :
a. Lumpuh separuh, separuh badan, mati rasa separuh, panas dan kesemutan
b. Mulut mencong, lidah mencong sulit dijulurkan, bicara pelo, sulit menelan, keselek, bila minum atau makan.
c. Susah berbicara atau bicara kacau, tidak dapat memahami bicara orang lain, tidak bisa membaca, menulis dan memahami tulisan.
d. Sulit berjalan, kepintaran menurun, tak dapat berhitung, pelupa, penglihatan terganggu, pendengaran menurun, pusing, vertigo, banyak tidur, pingsan koma, dll.

PENATALAKSANAAN
Berdasarkan tahapannya, diet stroke dibagi menjadi 2 fase yaitu :
• Fase Akut (24 – 48 jam)
Pada fase ini kesadaran pasien menurun, maka diberikan makanan parenteral dan dilanjutkan dengan makanan enteral (NGT).

• Fase Pemulihan
Pada fase ini, kesadaran pasien telah membaik (sudah sadar) dan tidak mengalami disfagia. Makanan diberikan peroral secara bertahap dalam bentuk lunak dan biasa.
Bila ada disfagia, makanan diberikan secara bertahap (modifikasi parenteral – enteral dan peroral ).
a. Makanan parenteral
b. Makanan ¼ bagian peroral (dalam bentuk semi padat) dan ¾ bagian melalui NGT.
c. Makanan ½ bagian peroral (dalam bentuk semi padat) dan ½ bagiannya melalui NGT.
d. Diet peroral ( dalam bentuk padat dan semi cair ) dan cair melalui NGT.
e. Diet lengkap peroral.

Adapun tujuan dari diet ini adalah :
1. Memberikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan penderita dengan memperhatikan keadaan dan komplikasi penyakit.
2. Memperbaiki keadaan stroke, disfagia, pneomonia, kelainan ginjal, dan dekubitus.
3. Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit.